Aplikasi Quick Count Pilkada – Software Digital Campaign

Software Aplikasi Quick Count Pemilu, Exit Poll, Survei Elektabilitas, Digital Campaign

Aplikasi Quick Count dengan WhatsApp

Software Aplikasi quick count pilkada berbasis WhatsApp
Uji coba Software Aplikasi quick count pilkada berbasis WhatsApp dengan berbagai sekenario seperti penjelasan autoreply

Untuk menghadapi pemilukada serentak tahun 2020 kami mengeluarkan 2 buah produk baru untuk quick count, yaitu :

  1. Aplikasi quick count online dengan upload foto C1
  2. Aplikasi quick count dengan WhatsApp
A. Aplikasi quick count online dengan upload foto C1

Untuk Aplikasi quick count online dengan fitur upload foto C1 kami hanya menyediakan Aplikasi saja, pihak Anda yang harus menyediakan server dan mengelolnya secara Mandiri. Untuk server kami sarankan menggunakan dedicated server supaya dapat menampung banyak user yang akan login secara bersamaan. Diwaktu yang bersamaan dimanan tiap user juga akan mengupload foto C1. Diaplikasi ini kami hanya mengupayakan foto yang berkapasitas tinggi, sekitar 3Mb, akan dikompres secara otomatis sebelum diupload sehingga dapat mengurangi beban server.

B. Aplikasi quick count berbasis WhatsApp

Aplikasi quick count berbasis WhatsApp pada dasarnya hampir sama dengan aplikasi quick count yang berbasis SMS yang telah kami kembangkan sejak tahun 2011. Keunggulan aplikasi quick count berbasis WhatsApp ini dibanding dengan aplikasi quick count berbasis SMS diantaranya :

  1. tidak memerlukan modem untuk menerima dan mengirim SMS, dimana harga modem juga masih reltif tinggi (16 port 3g sekitar 5 jt)
  2. tidak memerlukan settingan koneksi modem dengan aplikasi

Aplikasi quick count berbasis WhatsApp ini juga memiliki fitur autoreply. Berikut fitur autoreplynya

  1. Aplikasi akan melakukan checking apakah nomer pengirim pesan WA termasuk sebagai saksi yang terdaftar atau tidak, jika nomer sim card tidak terdaftar sebagai sakasi maka laporan perolehan suara akan diabaikan, hal ini penting untuk memastikan hanya petugas yang sah saja yang diijinkan untuk melaporkan perolehan suara
  2. Aplikasi ini akan mengenali pesan yang diterima, apakah pesan yang masuk sebagai laporan perolehan suara atau pesan biasa. Jika pesan masuk berupa pesan biasa maka akan diabaikan akan tetapi jika pesan yang masuk memenuhi format pelaporan maka akan diproses secara otomatis oleh sistem
  3. Aplikasi akan melakukan checking apakah pesan yang diterima sudah melewati waktu pengiriman suara ataukah belum, jika pesan yang diterima sebelum jam yang telah ditetapkan by system yang telah kita setting sebelumnya -misal jam 13:00 WIB- maka pesan tersebut tidak akan dimasukkan kedalam tabulasi perolehan suara
  4. Aplikasi akan memastikan apakah format pesan sesuai dengan ketentuan ataukah tidak, jika tidak sesuai ketentuan maka pesan inipun tidak akan dimasukkan kedalam tabulasi perolehan suara yang sah
  5. Aplikasi akan melakukan checking terhadap kewajaran perolehan suara. Aplikasi malkukan perbandingan secara otomatis antara DPT dengan kertas suara yang terpakai.
  6. Aplikasi akan melakukan checking apakah laporan perolehan suara berisi angka semua ataukah ada karakter lain, jika mengandung karakter lain maka tidak akan diproses sebagai perolehan suara
  7. Jika pesan yang masuk tidak memenuhi kriteria diatas maka sistem akan langsung memproses sebagai perolehan suara yang sah by system